Apakah di penjara itu gratis ? November 24, 2007
Posted by admin in : Coretan Hari , trackbacktidak ada yang gratis di indonesia ini man…begitu juga di penjara yang notabene nya adalah milik pemerintah dah semua hal disana sudah di biayai oleh pemerintah…tapi toh tidak ada yang gratis….
kemarin, sore hari…aku dang abang ku(*anak bapatua*) pergi ke Rutan Tanjung Gusta buat membesuk adek kami si wong(*anak bapauda*) yang di inap kan di rutan sebagai tawanan titipan dari Polsek medan baru, karna menurut petugas polsek..penjara di polsek sudah penuh
bener sih…1 minggu yg lalu pas ke penjara polsek, disana di huni 20-30 orang di ruangan yang hanya 4×6..
Kembali ke Rutan Tanjung Gusta, setiba di rutan abangku memarkir sepeda motor yang kami naiki kemudian bergegas ke gerbang masuk ke rutan… dengan sangat takjub aku membaca tulisan di dinding dekat gerbang Utama Rutan (DISINI TIDAK ADA KUTIPAN DALAM BERBAGAI BENTUK APAPUN) begitu lah…kira2 tulisan nya…hehehe…soal nya aku juga lupa-lupa ingat
Dengan langkah pasti, abangku menekan bel yang ada disisi sebalah kanan pintu gerbang yang tertutup rapat, sehingga tidak ada yg bsa terlihat dari luar bagain dalam rutan. tidak sampe 1 menit tiba pintu dibuka dari dalam, seorang penjaga menanyakan keperluan kami.
Penjaga : ada perlu apa pak?
siabang : siang pak, saya mau membesuk adek saya yang di tahan disini, namanya Freddy, dia tahanan titipan dari polsek medan baru
Singkat kata, kami di persilahkan masuk, di dalam ada seorang ibu-ibu meminta kartu identitas dan menanyakan hal-hal yg biasa. tanpa basa basi aku dan abang ku menyerahkan KTP sebagai kartu identitas dan si ibu memberikan kartu tanda masuk bernomor 228 dan 229 (*busyet dah urutan 200-an, banyak juga yg membesuk disini*)
setelah diberikan kartu masuk, kami disarankan menyimpan hp atau peralatan lain di locker yang sudah disediakan disana, langsung aja abangku memasukan hp nya ke dlam locker dan mengunci nya. kunci locker boleh dibawa ke dalam rutan selama barang kita masih didalam locker. dasar mau cepat, dengan tergesa-gesa kami langsung beranjak..eh si ibu tadi memanggil “pak…uang adminintrasi nya” lalu abang ku menjawab “berapa?” si ibu balik menjawab “seikhlas nya” abang ku mengeluarkan uang 5000 rupiah dan memberikan kepada si ibu, dalam batin ku…administrasi biasa kali…hanya 5000.
kemudian kami berdua beranjak, ke gerbang ke-2, bapak penjaga gerbang berkata “pak, tolong ditunjukkan kartu tanda masuk nya” kami lalu menunjukan kartu tanda masuk, dan dipersilahkan masuk.
disini lah awal ke “tidak gratisan” itu di mulai, di gerbang ketiga kami di sambut oleh para napi-napi yang sudah diangkat sebagai penerima para pembesuk. tapi lagi-lagi di gerbang ke-3 ada biaya administrasi…huh..uang lagi..uang lagi…
setelah melapor di gerbang ke-3 kami di antar oleh si napi ke dalam ruang tunggu, di ruang tunggu ini ternyata adalah sebuah warung yang menyediakan makanan dan minuman..ya tapi lagi-lagi “tidak gratis” kalo sudah duduk harus memesan makanan atau minuman. abang ku lalu memesan 2 botol aqua.
sinapi tadi yang menyambut tadi lalu berkata kepada abang ku ” bang, uang jemput tahanan 10 ribu” hueks…tanpa sadar air aqua yang ku minum tumpah dari mulut ku, hampir mo tersedak sarasanya, akhirnya abang ku memberikan 1 lembar uang 10 ribu ke sinapi, dan tidak sampai 2 menit dia lalu datang membawa adik kami si Freddy ke hadapan kami.
dalam bincang2 dengan si freddy ini lah aku tau ternyata tulisan di dinding depan gerbang utama hanya berlaku di dinding tersebut, tidak di dalam rutan….aneh ya…hehehehe
kemudian si freddy berkata bahwa disana harus bayar kamar, dengan terheran2 aku bertanya “emang ini kost-kost-an apa? ini kan rutan, dan semua sudah di tanggung oleh negara” si freddy lalu menuturkan semua nya
Uang Kamar 500 ribu = uang sewa sel si napi selama di rutan
uang peralatan 100 ribu = uang ini sebagai sewa peralatan yang dipakai oleh para napi di rutan
belum lagi uang tetenk bengek lain yang jika di hitung2 sampai 1 jutaan…
abang ku dengan polos nya berkata “ya nanti la di kasih, kami juga nggak bawa uang ini, besok la kami bawa ya” sebelum pulang freddy meminta uang 100 ribu rupiah, menurut dia jika tahanan ada yang membesuk ada uang keluar dari sel sebanyak 20 ribu, uang terimakasih kepada penjaga lapas tempat si napi di penjarakan, mereka ada 4 orang 4X5000 = 20 ribu, uang keamanan buat kepala geng di dalam sel..halah
memang tidak ada yang gratis di dunia ini
Sphere: Related Content








Comments»
hehehe…… memang begitulah negara kita ini laaek…. cemana lahhhh
sabar laek. jikakakakkakaka horas ma bahhh
Betul kali itu bang !
Habis kita dikompas di rutan tanjung gusta itu…hitung-hitung biaya hidup didalam itu jauh lebih besar dari pada biaya hidup kita di luar.
Pegawai rutannya sekongkol dengan napi yg jadi kibusnya di dalam. Makanya KPK itu harusnya gak usah jauh-jauh mo bongkar korupsi, tuh di rutan sarangnya !
ga apa2 kalau msk pencara bg orang yg pengangguran kan di ksh ya mkn. haaa…….