jump to navigation

Kirim Esai Pendek ke BlogBerita, Berhadiah Uang Rp1,5 Juta November 24, 2007

Posted by admin in : Batak , trackback


Blog Berita Membuat sayembara berhadiah…lengkap nya baca aja

Ketentuan Sayembara Menulis Esai Gugah Batak

1. Tema lomba: Menggugah generasi muda Batak untuk senantiasa mencintai budaya Batak [bukan judul].

2. Artikel yang dilombakan: Berbentuk esai [karangan bergaya bebas, berisi opini pribadi].

3. Panjang artikel: 800 kata sampai 1.200 kata.

4. Peserta lomba: Orang Batak, berusia maksimal 23 tahun, berstatus sebagai pelajar/mahasiswa, tinggal di Indonesia.

5. Waktu lomba: Mulai 20 Nopember 2007 dan ditutup 20 Desember 2007.

6. Penilaian: Tim penilai, termasuk Blog Berita, adalah bersifat tertutup dan tidak melayani tanya-jawab secara pribadi [seperti lewat imel atau telepon] dengan peserta lomba atau siapa pun.

7. Hadiah pemenang: Pemenang lomba tiga orang, dan berhak mendapatkan hadiah uang dengan total Rp 1,5 juta.

8. Pengiriman artikel: Hanya lewat email blogberita [at] gmail.com.

9. Esai peserta lomba adalah opini/ditulis berdasarkan prosa Gugah Batak karya Dian Sidauruk berikut ini:

Gerimis subuh berhenti. Pagi yang temaram, tak sedingin pagi kemarin.

Dari Timur Mentari menyapa: “Horas, horas, horas,” sambil tersenyum dikibas-kibaskannya tiga kali ulosnya.

“O Tano Batak, haholonganhu, mansai masiholdo ahu tu ho…,” demikian senandung riangnya menapaki cakrawala menuju Barat.

“Horas, horas, horas.” Tiga kali kata itu ditaburkannya lagi kepadaku.

Penat berjalan menapaki Timut Barat membuat raganya layu. Dia rebah tertidur di pangkuan ibu pertiwi.

Dalam tidurnya sesekali dia meniup seruling: “Molo dung binsar Mataniari, laho panapuhon hauma i. Denggan do ngolu siganup ari… O, Tano Batak… Andigan…”

Di punggung gunung, Bulan tersenyum menimpali senandungnya: “Bulan i, bulan i, bulan i… pardomuanni simalolong…. Boha bahenon dai inang, bagian i ingkon jaloon… Andiganpe boi ahu pajumpang, dohot dainang sipangintubu, dohot damang parsinuan…”

Tak kalah riangnya, sambil menari berkedip menggoda, Bintang-bintang memetik kecapi: “Bintang narumiris…. Borupe riris…”

Dan, Awan pun membentangkan sayap, penuh tingkah meniup serunai: “Ombun nasumorop… Anakpe torop…”

Matahari, Bulan, Bintang dan Awan, kepadamu kutitip pesan:

Panggil mereka dan sampaikan: “Bonapasogit mangandung, mulakma ho, pature hutam.” [www.blogberita.com]

Lebih lengkap nya baca aja disini

Sphere: Related Content

Share This Post

Comments»

no comments yet - be the first?